PURWOREJO – Dewan Kehormatan dan Pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Purworejo masa bakti 2026–2031 resmi dilantik dalam sebuah acara yang berlangsung di Pendopo Kabupaten Purworejo, Selasa (10/3/2026).
Dalam pelantikan tersebut, drg. H. Ernawan Cahyo Winardi, MM dikukuhkan sebagai Ketua PMI Kabupaten Purworejo periode 2026–2031. Ia akan didampingi oleh Drs. Frikly Widhi Dewanto, M.T. sebagai sekretaris, serta apt. Drs. Wasilin, M.Sc. sebagai bendahara bersama jajaran pengurus lainnya.
Selain pengurus, juga dikukuhkan Dewan Kehormatan PMI Kabupaten Purworejo yang diketuai oleh Zaenudin, dengan anggota Andang Nugerahatara Sutrisno dan Ari Wibowo. Acara pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua PMI Provinsi Jawa Tengah, Sarwa Pramana, SH., M.Si, serta disaksikan oleh Bupati Purworejo, Hj. Yuli Hastuti. Turut hadir pula perwakilan PMI dari sejumlah daerah seperti Kebumen, Magelang, Wonosobo, Temanggung, dan wilayah lainnya.
Ketua PMI Kabupaten Purworejo, drg. H. Ernawan Cahyo Winardi, mengatakan bahwa selain pelantikan pengurus, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan penyerahan hibah tanah dan bangunan dari Pemerintah Kabupaten Purworejo kepada PMI.
“Selama ini aset tersebut masih dipinjami oleh pemerintah daerah. Kini telah dihibahkan menjadi hak milik PMI Kabupaten Purworejo dengan luas sekitar 1.100 meter persegi,” jelasnya, saat ditemui usai pelantikan.
Menurut Ernawan, hibah tersebut akan dimanfaatkan untuk mengembangkan fasilitas PMI, termasuk pembangunan kantor, markas relawan, serta peningkatan layanan kesehatan.
Sebelumnya, PMI juga telah melakukan rehabilitasi Unit Transfusi Darah (UTD) sebagai bagian dari upaya menuju akreditasi pelayanan darah yang lebih baik.
“Kami ingin terus meningkatkan sinergi antara PMI dan Pemerintah Kabupaten Purworejo, terutama dalam penanganan bencana, pelayanan kesehatan, kegiatan sosial, serta menjaga ketersediaan dan keamanan stok darah bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, PMI Purworejo telah menyiapkan rencana strategis (renstra) lima tahun ke depan. Pada tahun pertama kepengurusan, fokus utama adalah konsolidasi organisasi serta penguatan sarana dan prasarana pelayanan.
Selain itu, PMI juga akan memperkuat berbagai program kepalangmerahan, seperti pembinaan Palang Merah Remaja (PMR), Korps Sukarela (KSR), serta pelatihan relawan di desa-desa yang memiliki potensi bencana.
“Pesan dari PMI Provinsi Jawa Tengah agar desa-desa yang rawan bencana dapat dipersiapkan menjadi desa tangguh bencana dengan relawan yang terlatih,” ungkapnya.
Dalam menghadapi libur panjang dan arus mudik Idul Fitri, PMI Purworejo juga akan membuka pos pelayanan kesehatan dan pos kesiapsiagaan bencana di depan Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Purworejo bekerja sama dengan Dishub, ORARI, dan RAPI.
PMI akan menyiapkan layanan ambulans dan relawan yang siaga 24 jam guna membantu pemudik maupun masyarakat yang membutuhkan pertolongan.
“Kami berharap seluruh relawan dapat bertugas dengan baik, tetap menjaga keselamatan diri, serta menciptakan kondisi yang aman dan nyaman bagi para pemudik dan masyarakat yang merayakan Idul Fitri,” kata Ernawan.
Sementara itu, Ketua PMI Provinsi Jawa Tengah, Sarwa Pramana, mengingatkan pentingnya menjaga integritas organisasi serta memastikan dana yang dikelola PMI benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
“PMI harus menjaga integritas. Maksimal 20 persen dana yang dikelola untuk organisasi, selebihnya harus kembali kepada masyarakat dalam bentuk pelayanan kemanusiaan,” tegasnya.
Ia juga menyoroti kondisi geografis Purworejo yang memiliki berbagai potensi bencana, seperti longsor, banjir, kekeringan, hingga dampak tsunami di wilayah pesisir. Karena itu, kesiapsiagaan dan koordinasi antar lembaga sangat diperlukan.
Sarwa menegaskan bahwa dalam penanganan bencana, PMI harus tetap bergerak di bawah koordinasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sesuai aturan yang berlaku.
“PMI dan Baznas merupakan lembaga yang dapat bergerak cepat saat terjadi bencana, tetapi tetap harus berkoordinasi dengan lembaga resmi yang menangani kebencanaan,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Purworejo, Hj. Yuli Hastuti, dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada pengurus PMI yang baru dilantik serta berharap mereka mampu mengemban amanah dengan penuh tanggung jawab.
Menurutnya, tantangan yang dihadapi PMI saat ini semakin kompleks, baik dari sisi meningkatnya potensi bencana, dinamika sosial masyarakat, maupun tuntutan pelayanan kemanusiaan yang semakin cepat dan berkualitas.
“Dengan estafet kepengurusan ini, kami berharap PMI terus meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat kapasitas relawan, meningkatkan manajemen organisasi, serta memperluas kerja sama dengan berbagai pihak,” kata Bupati.
Ia juga menegaskan bahwa penyerahan hibah tanah dan bangunan kepada PMI merupakan bentuk dukungan nyata Pemerintah Kabupaten Purworejo terhadap peran PMI sebagai organisasi kemanusiaan.
“Semoga dengan dukungan ini, PMI Kabupaten Purworejo dapat semakin optimal dalam menjalankan tugas-tugas kemanusiaan dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” pungkasnya.
https://www.purworejo24.com/2026/03/pengurus-pmi-purworejo-masa-bakti-2026-2031-resmi-dilantik-perkuat-layanan-kemanusiaan-dan-kesiapsiagaan-bencana/